Ajaran-ajaran agama yang diturunkan Allah kepada rasul-NYA, bukan sekedar pundi-pundi untuk mengumpulkan pahala, bukan pula sekedar untuk mencapai tujuan kebahagiaan di akhirat dan bukan pula sekedar untuk mengharapkan imbalan surga.
Kalau ajaran-ajaran agama hanya sekedar untuk mengumpulkan pahala, hanya sekedar mengharapkan surga, lalu apa pungsi dan tujuan ajaran agama dalam kehidupan di dunia?
Mungkin timbul pertanyaan dalam benak kita; mengapa orang yang rajin shalat, rajin puasa tapi masih berbuat maksyiat, mengapa orang yang berkali-kali berangkat haji, rajin umrah tapi masih tak peduli dengan jerit tangis anak-anak yatim, tak peduli dengan ratapan si miskin? Bahkan perbuatannya malah bertentangan dengan ajaran-ajaran agama itu sendiri.
Ajaran-ajaran agama yang diturunkan Allah pada hakekatnya adalah untuk menciptakan kehidupan manusia yang lebih harmonis, lebih serasi, saling menghargai dan saling terpenuhinya hak dan kewajiban.
Ayat-ayat al-Quran banyak berbicara tentang ibadah yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan sosial. Meski terkesan ibadah sebagai bentuk jalinan hubungan manusia kepada Tuhannya, tetapi sesungguhnya lebih dari itu, ibadah merupakan sarana untuk
mendidik mental dan jiwa sosial dengan memberikan kekuatan ruhani dalam jiwa.
Sebagai contoh Allah SWT berfirman: ان الصلوة تنهى عن الفحشاء و المنكر
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
Tujuan shalat untuk mencegah kriminalitas social (al-fahsya) dan segala bentuk kemunkaran.
Shalat yang berkualitas adalah shalat yang dapat mewujudkan tujuan tersebut. Di lain surat Allah berfirman: فويل للمصلين الذين هم عن صلا تهم ساهون الذين هم يرا ؤن ويمنعون الماعون
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang=orang yang lalai dari shalatanya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang yang berguna.
Betapa shalat seseorang tidak akan bermakna, bahkan pelakunya dikecam, bila lalai dalam mengerjakannya dan tidak memiliki jiwa penolong.
Bahkan dalam ayat sebelumnya Allah menegaskan bahwa orang yang suka menghardik anak yatim atau tidak menganjurkan memberi makan orang miskin adalah orang yang tidak memiliki kepedulian social.
ارء يت الذي يكذ ب با لدين = فذلك الذي يدع اليتيم = ولا يحض على طعا م المسكين =
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Secara implicit, surat ini menghubungkan antara ibadah kepada Allah, dengan upaya mewujudkan keharmonisan social. Ini menunjukan bahwa keharmonisan social akan tercipta, jika tiap-tiap individu telah melaksanakan ajaran-ajara agama dengan baik.
Ibadah puasapun tidak bermakna dan tidak berpahala manakala kita tidak mampu menciptakan keharmonisan sosial seperti berbuat ghibah, berdusta, menyakiti saudara atau tetangganya.
Orang yang melanggar larangan dalam berpuasa seperti melakukan hubungan seksual di siang hari maka sangsi yang diberikannyapun bernuansa sosial seperti membebaskan hamba.
sahaya, berpuasa 2 bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin.
Demikian pula orang yang melanggar sumpah maka sangsi yang diberikannya juga bernuansa sosial seperti memberi makan 10 orang miskin atau sandang atau membebaskan budak
Adalah sebuah kesalahan besar, bila pemeluk agama menganggap bahwa agama hanya berkutat pada masalah begaimana cara beribadah saja, adalah kesalahan besar jika seseorang melakakukan ibadah hanya sekedar mengejar banyaknya pahala dan melupakan makna ibadah dalam kehidupan sosial sehingga agama nyaris tidak berfungsi dalam memainkan peran sosial. Sesungguhnya agama bisa memainkan peran sosial yang lebih besar dalam konteks kehidupan sosial dibandingkan instutisi manapun.
Apapun bentuk ibadah yang kita lakukan, di samping untuk mendekatkan diri kepada Allah, ibadah harus memiliki dampak positif untuk menciptakan sebuah keharmonisan dalam bermasyarakat.
Sebelum mencapai kebaikan di akhirat nanti, maka terlebih dahulu kita harus menjadi orang baik di dunia. Untuk menjadi orang yang baik maka kita harus menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar pula, agar bisa menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar kita harus banyak belajar, tingkatkan ilmu, tingkatkan iman dan takwa kepada Allah.
اعوذ با لله من الضيطا ن الرجيم
بسم الله الرحمن الحيم
ان الصلوة تنهى عن الفحشاء والمنكر
Anekahosting.com web hosting murah terbaik di indonesia
12 tahun yang lalu


Comments :
Posting Komentar